Entry: Rekonstruksi Penciptaan Manusia Sunday, July 02, 2006



 

Rekonstruksi Penciptaan Manusia (2004: 14-28)

Disarikan oleh: Firdaus Putra

 

Premis 1 [Dialog Tuhan dengan Malaikat]

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat: Sseungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka Bumi. Malaitkat berkata: Mengapa Engkau hendak menciptakan di muka Bumi itu orang yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Tuhan mengatakan: Sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya. [Al-Baqarah: 30]

 

à Perkataan malaikat tentang makhluk yang membuat kerusakan dan pertumpahan darah.

à Kondisi manusia sewaktu malaikat berkata pre-exist.

à Lalu, siapa makhluk yang membuat kerusakan dan pertumpahan darah yang dilihat malaikat dan di mana letaknya?

à Prof Ahmad Baiquni, malaikat melihat makhluk yang menyerupai manusia, bukan manusia. Secara fisik mirip dengan manusia, tetapi tidak memliki potensi ‘Kesadaran’ dan ‘Akal Budi’. Baiquni menafirkan mereka sebagai manusia perubakala yang ditemukan para Antropolog.

 

Premis 2 [Penciptaan Adam seperti Isa]

“Sesunguhnya masalah penciptaan Isa di sisi Allah itu seperti penciptaan Adam. Aku ciptakan dia dari tanah, kemudian dikatakan kepadanya kun fa yakuun” [Ali Imran: 59]

 

à Isa diciptakan melalui Maryam yang perawan dengan model Partenogenesis (tanpa pembuahan)

à Bagaimana dengan tanah yang kemudian di kun fa yakuun; lihat Quran Surat Al-Mukminun: 12-14, Ali-Imron: 6, Al-Hijr: 26, Al-Infithaar: 8, Ath Thii: 4

à Logika di atas A=B, maka B=A

à Maka, Adam diciptakan melalui model parthenogenesis juga (probabilitas parthenogenesis adalah 1: 1 juta per kelahiran)

àAdam dilahirkan seperti manusia biasa, dikandung di rahim ‘manusia’ dan keluar melalui vagina ‘manusia’

à Rahim siapa? Rahim makhluk yang mirip manusia (manusia purbakala)

à Kenapa secara genetik berbeda, kecerdasan pun berbeda?

à Terjadi mutasi genetik, karena radiasi kosmik yang waktu itu diperkirakan tinggi

à Lalu, siapa Hawa dan bagaimana?

à Hawa diciptakan dari diri yang satu, sama asalnya dari Adam. Surat Al-A’raaf: 189 berbunyi “Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya dia menciptakan istrinya…”

à Adam dan Hawa adalah saudara kembar yang dititipkan dirahim ‘manusia purbakala’

à Anak turun mereka kembar, Qobil – Habil

 

Implikasi

à Dekonstruksi bias gender dalam teks, Hawa dari tulang rusuk Adam (terpengaruh cerita Nasrani dan Yahudi)

à Adam dan Hawa  dikeluarkan dari Surga. Dimana posisi Surga? di Bumi kemungkinan di Timur Tengah

à Surga à Jannatun à Kebun atau Taman yang indah

à Penelitian untuk membuktikan di mana posisi Surga!

 

Referensi

Mustofa, Agus dan KH. Mustofa Bisri (Pengantar).2004. Ternyata Akhirat Tidak Kekal: Serial Diskusi Tasawwuf Modern. Sidoarjo: Padma Press

 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments